Autotelic

Beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk subscribe 3 mailing list dari tiga orang berbeda. Setelah menunggu 2 – 3 hari akhirnya kiriman salah satu newsletter itu hadir.

Seri kiriman konten yang pertama saya dapatkan Jocelyn K. Glei. Siapa dia, sejujurnya saya tidak terlalu tau, tapi saya sempat melihat tulisannya di internet (saya lupa gimana saya bisa dapat) dan tertarik untuk mendapatkan newsletter dari dia. Setelah membaca beberapa link dan pilihan informasi dari email, saya akhirnya memilih untuk melihat ini. Alasannya karena film dan berhubungan dengan budaya internet yang dewasa ini berkembang.

Di link tersebut disebutkan tentang autotelic. Artinya apa? Saya juga tidak tau saat pertama kali membaca tulisannya, karena penasaran saya lalu menonton film pendeknya.

Menarik karena membahas tentang pelukis terkenal Vincent van Gogh dan mencoba menemukan motivasi apa yang bisa membuat ia bertahan untuk terus melukis, padahal pada masa awal melukis Gogh tidak punya audiens. Si pembuat film pendek mencoba mengaitkannya dengan tren sharing di media sosial, terutama YouTube dan menyoroti satu hal, sebenarnya apa motivasi kita membagikan berbagai konten di media sosial, apakah untuk mendapatkan pujian, likes, komentar atau ada yang lain yang lebih ‘pokok’?

Di film pendek ini, si pembuat film mencoba menganalisis bahwa Gogh memiliki motivasi yang bersumber pada diri dia sendiri, bukan orang lain, berkarya karena faktor internal dalam dirinya sendiri bukan untuk mendapatkan pujian. Berkarya karena suka dan menikmati proses, bukan dorongan dari kondisi eksternal.

Saya memang belum mengecek lagi dan membaca-baca literasi tentang Gogh untuk membandingkan pandangan si pembuat film. Tetapi yang bisa saya dapatkan dari film pendek ini adalah sebuah pertanyaan yang ingin menggugah kesadaran, terutama di era digital saat ini, ketika proses sharing ke media sosial sudah seperti bernafas.

Alasan apa yang menjadi pendorong Anda berkarya? Membuat video blog, memfoto objek, menggambar, atau karya lain yang Anda sebarkan di media sosial. Apakah hanya sebatas mendapatkan likes, RT, atau pujian lewat kolom komentar yang diselingi promosi kebablasan OL Shop?

Ataukah Anda berkarya karena menikmati proses, karena Anda bahagia saat melakukannya dan melihat karya utuh. Apakah motivasi berasal dari diri Anda sendiri atau dari godaan ikon bentuk hati dan penambahan angka likes saat me-refresh timeline?

Menarik untuk direnungkan. Termasuk untuk saya sendiri.

Anda bisa menonton video di sini atau embed di bawah artikel. Video menggunakan platform Vimeo, bagi Anda yang tidak bisa menonton karena provider internet Anda memblok, begitulah rasanya saat pengetahuan atau informasi yang bisa menambah wawasan diblok tanpa alasan yang jelas.

Gambar header: Pixabay.

18. February 2016 by wikupedia
Categories: inspiration | Tags: | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *