#datadrivenblogger – Blogger Ikut Pizza Data

Teman saya, @praw, membuat sebuah aktivitas bernama Pizza Data. Kemarin saya mengikuti meetup mereka. Tiba-tiba tertarik ikut acara yang biasanya berhubungan dengan developer begini bukan tanpa tujuan.

Jadi beberapa hari lalu tiba-tiba saja saya memiliki ide untuk membuat semacam program (awalnya untuk saya pribadi) dengan nama data driven blogger. Kebetulan ada acara Pizza Data jadi saya coba ikut untuk melihat apakah ide saya ini bisa dijalankan apa tidak.

Di acara tersebut dijelaskan tentang apa itu open data, beberapa cara atau metode yang biasanya dilakukan dalam membuat open data dan siapa saja yang bisa menggunakan hasil atau membuat data-data tersebut.

Lebih lengkap bisa dibaca di presentasi Praw berikut ini:

Pizza data – Working with Data from Prasetyo Andy Wicaksono

Terus terang sama masih awam dengan open data ini, beberapa pengertian malah baru saya dapatkan dari presentasi sederhana tapi mudah dimengerti di atas. Malah saya salah kaprah dengan ‘arti’ dari open data itu sendiri. Jadi dalam acara kemarin saya lebih banyak melongo dan manggut-manggut. :)

Salah satu bagian presentasi, agak akhir, ada yang menyebutkan tentang data driven journalism. Ini juga istilah yang sering saya dengar tapi belum sempat saya dalami, jadi secara sederhana saya menyimpulkan bahwa data driven journalism merupakan proses pembuatan berita (kegiatan jurnalistik) bisa juga menggunakan data sebagai semacam ‘nara sumber’. Jadi artikel dibuat berdasarkan data tersebut. Lebih lengkap tentang data driven journalism bisa dilihat dan ditelaah di Wikipedia.

Meski prosesnya tidak sesederhana penjelasan di atas, sebagai awal, setidaknya bagi saya, pengertian tersebut bisa menjadi pondasi dasar untuk lebih memahami tentang data driven journalism.

Balik lagi ke program data driven blogger, dari persentasi yang dilakukan di acara Pizza Data kemarin kemudian muncul bentuk bohlam di kepala saya beserta sebuah kata ‘AHA!’. Jika jurnalis bisa menggunakan pendekatan data driven, berarti blogger juga bisa.

Data driven blogger yang saya maksud di sini sebenarnya sederhana saja. Blogger menggunakan data sebagai titik awal ia menuliskan atau membuat konten di blog-nya.

Jadi jika biasanya blogger menuliskan hal-hal yang bersifat lebih ke curhat (meski tidak semua) kini mereka bisa memilih cara lain untuk membuat tulisan, yaitu post yang didasarkan pada data tertentu. Dari mana data didapatkan? Nah itu yang menjadi alasan kedua kenapa saya ikut acara Pizza Data ini.

Lagi-lagi dari presentasi di atas disebutkan bahwa untuk mememenuhi kelengkapan sebagai open data, data yang ada harus dalam format yang machine-readable. Beberapa data dengan format ini ada yang telah tersedia namun kita juga bisa membuat atau mengumpulkan data yang nantinya akan dibuat menjadi open data.

Terdengar rumit? Well, data driven journalism yang ‘sebenarnya’ juga jauh lebih rumit dari apa yang saya jelaskan di atas, bisa jadi karena berhubungan dengan suatu data maka proses yang dilakukan juga harus presisi.

Nah, bagaimana dengan data driven bloggers? Menurut hemat saya, blogger pun bisa menuju ke arah sana (baca: data driven journalism) tetapi untuk awal, setidaknya yang bisa dilakukan adalah mencoba untuk lebih akrab dengan data dan mulai menuliskan artikel yang dipublikasikan di blog beradasarkan data yang valid dan terpercaya, baik itu online maupun offline.

Sederhananya, kita bisa menggunakan data yang disediakan pemerintah misalnya (yang kini sedang getol-getolnya membuka data untuk publik) atau yang lebih sederhana menuliskan (menceritakan) data yang telah dimuat dalam infografis. Atau kalau mau lebih sederhana lagi, baca dan telaah infografis dan embed infografis itu dalam rutinitas post di blog kita.

Beberapa blogger bisa jadi sudah sering atau pernah melakukan hal ini, tetapi saya pikir banyak juga yang belum mencoba. Data driven blogger bisa menjadi semacam alert (atau kalau mau dibilang gerakan) untuk memberikan kesadaran kecil bagi para blogger untuk mulai menggunakan data yang tersebar online atau offline dan menjadikannya sebagai acuan dasar untuk membuat tulisan. Bisa data yang rumit , bisa juga data ringan misalnya data jalur angkot, data lokasi tertentu atau beberapa data populer yang kita temukan.

It is not a new thing, tapi setidaknya bagi saya pribadi, ini menjadi kesadaran baru untuk mencoba menulis post di blog ini yang didasarkan pada data. Saya sudah memulai dengan tulisan tentang e-commerce yang mencoba merangkum beberapa data dengan mengutip beberapa sumber terpercaya (tautan artikel: 1 dan 2).

Apa yang saya tulisan di tautan itu memang bukan (belum) tulisan yang didasarkan dari open data, tapi siapa tau dengan berawal dari memperbanyak menuliskan artikel berdasarkan data, suatu saat blogger pun bisa menggunakan open data sebagai bahan tulisan di blog mereka.

Yuk kita mulai. #datadrivenblogger

Gambar header: Pixabay

23. March 2015 by wikupedia
Categories: ide, opini | Tags: , , , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *