Marketing vs Good Product

Screen Shot 2015-03-14 at 9.16.16 AM

Quote yang ada pada gambar di atas adalah penggalan wawancara dari majalah Offscreen dengan Amit Gupta, founder Jelly (Jelly dan Photojojo).

Saya tertarik dengan quote tersebut karena beberapa hal.

Yang pertama, saya lulusan ekonomi yang mengambil skripsi tentang pemasaran, jadi saya tau bagaimana naive-nya saya ketika masih menganggap marketing itu adalah dewa segala dewa. Di lain waktu, saya juga aktif di berbagai komunitas (yang kadang sosial serta (terlalu) idealis) ketika memutuskan untuk tidak bekerja pada orang lain dan berusaha untuk meciptakan pekerjaan untuk saya sendiri tanpa mengorbankan idealisme.

Jadi saya sudah pernah ada di ‘dua dunia’ yang terkadang saling bertolak belakang. Kini ketika umur makin tambah, pengalaman makin banyak dan pertemanan semakin meluas, saya tiba pada sebuah kesadaran baru lagi tentang marketing dan idealis.

Ada yang bilang kalau marketing (yang biasanya suka salah kaprah dan disamaratakan sebagai sales) itu sebuah kegiatan semacam menjual obat, ‘lo bisa menjual apa saja asal lo jago marketing’, jago membuat jargon, lihai menempatkan brand image dan menyusun ‘propaganda’ untuk masuk ke dalam perilaku pembelian orang.

Ada juga yang bilang kalau produk (fisik atau maya) yang baik itu adalah segala-galanya. ‘Lo gak perlu marketing untuk produk bagus. Produk bagus itu akan menjual dirinya sendiri’.

Quote di atas menjelaskan dan menggugurkan dua premis yang saya sebutkan ini jika mereka berdiri masing-masing. Produk yang baik adalah sebuah kondisi default. Kalau kita tidak membuat sebuah produk yang baik, buat apa kita membuatnya. Begitu Amit Gupta menjelaskan dalam majalah yang foto di atas saya ambil.

Tetapi ketika produk yang baik itu telah jadi, perjalanan seorang kreator barulah setengah jalan. Setengah jalannya lagi adalah bagaimana membuat orang lain yang membutuhkan produk yang kita buat tau akan produk tersebut, mungkin membeli, menyebarkan ke teman yang lain, atau ‘mengidolakan’ dan menggunakan produknya sampai waktu yang lama.

Bisa jadi yang paling penting sebenarnya bukan hasil karya yang kita buat, bukan keahlian persuasif yang membuat produk itu sampai dan akhirnya dibeli orang. Tetapi yang lebih penting adalah bagaimana orang bisa mendapatkan sebuah kegunaan dari produk yang kita buat.

Untuk mencapai itu, produk haruslah dibuat secara baik dan dijelaskan (di-marketing-kan) dengan baik pula agar sampai pada pengguna yang tepat dan menghadirkan manfaat yang tepat bagi mereka.

14. March 2015 by wikupedia
Categories: opini | Tags: , , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *