sepertinya masih perlu aplikasi ‘movie’ untuk perangkat mobile. atau tidak?

menonton film di bioskop menjadi sebuah kegiatan rutin yang saya lakukan. di era mobile tentunya proses menonton film (harus) ditemani dengan aplikasi di perangkat bergerak.

untuk melihat film apa yang sedang tayang, lalu untuk mengecek jadwal film. lebih asik lagi jika memungkinkan untuk melakukan cek tempat duduk, melakukan pemesanan dan pembayaran. semua ada di satu tempat, aplikasi mobile.

saat ini, setidaknya untuk pasar lokal, ada beberapa aplikasi untuk movie addict. saya bukan pengguna android tetapi iOS dan WP 7. untuk dua platfrom yang saya gunakan ini ada aplikasi bernama Movreak, buatan pengembang lokal, yang bagi saya sudah sangat lengkap untuk aplikasi mobile dalam melengkapi proses menonton film di bioskop.

aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi favorit saya dan bisa jadi termasuk aplikasi yang paling sering saya gunakan. sayangnya, dalam beberapa bulan ke belakang saya agak kecewa dengan performanya. beberapa kali mengalami jadwal tidak pas dengan apa yang tertera ketika datang ke bioskop serta kurang (hampir tidak ada) update dari aplikasi ini sejak pertama kali saya pakai.

bisa jadi kesalahan bukan pada aplikasinya, terutama untuk perbedaan jadwal, karena data tentunya berasal situs masing-masing bioskop.

dua bioskop terbesar di kota tempat saya tinggal, XXI dan 21 serta blitzmegaplex memang menyediakan akses situs bagi yang ingin mengecek film lewat internet, tetapi untuk iOS, belum ada aplikasi yang mumpuni untuk menemani kegiatan nonton bioskop selain Movreak. (saya tidak suka mengakses situs mobile dan lebih memilih akses dari aplikasi).

itu mengapa lalu kemudian muncul pikiran di kepala saya, mengapa tidak muncul aplikasi-aplikasi lain untuk urusan film bioskop ini?

jejaring sosial lokal kan muncul terus, aplikasi yang berhubungan dengan promosi muncul terus, pokoknya berbagai aplikasi yang sudah banyak dipasaran masih terus muncul, tetapi tidak (belum) dengan aplikasi film – bioskop. Setidaknya untuk platform iOS, saya hanya menemukan satu lagi aplikasi film untuk informasi bioskop lokal bernama Mata2 namun performanya masih jauh jika dibandingkan dengan movreak.

pertanyaannya adalah apakah masih perlu aplikasi yang berhubungang dengan penyediaan informasi bioskop?

menurut saya perlu.

informasi bioskop bisa menjadi semacam ‘rasa’ utama dari aplikasi, namun pengembang bisa menambahkan ‘rasa-rasa’ lain yang disertakan ke aplikasi tersebut. jika Movreak menaruh unsur sosial dan beberapa fasilitas lain, aplikasi lain bisa menambahkan elemen tambahan yang tidak dimiliki Movreak. bekerja sama dengan komunitas film atau layanan forum untuk menggaet user, bekerja sama dengan penyedia API untuk menambahkan pengalaman penggunaan aplikasi atau membuat semacam blog khusus dimana menjadi sumber rujukan para penikmat film. atau ide lain yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sendiri.

permasalahan dalam pengembangan aplikasi film bisa jadi ada di pemilik atau merek bioskop itu sendiri. karena aplikasi film sangat bergantung pada informasi yang disediakan bioskop, maka hubungan dengan bioskop tentunya lebih afdol jika menjadi kemitraan yang dilakukan resmi, sehingga data yang diambil bisa maksimal.

ini bisa jadi adalah bagian tersulit karena membutuhkan kerja sama yang open, tetapi jika memang aplikasi mau sukses dan memberikan pengalaman yang maksimal, mau tidak mau harus dilakukan dan harus di-gol-kan.

sebagai penikmat film bioskop yang kurang lebih menonton bioskop seminggu sekali, serta pengguna smartphone aktif, tentunya aplikasi mobile dan menonton bioskop menjadi dua teman yang akan lebih menyenangkan jika hadir berdampingan. untuk aplikasi, tentunya akan lebih menyenangkan jika ada berbagai pilihan, sehingga bisa dibandingkan mana yang lebih baik, kompetisi akan baik untuk konsumen.

Well, tulisan di atas bisa jadi adalah pandangan dari sisi pengguna, tentunya ada beberapa hal yang mungkin jadi hambatan dari sisi pengembangan dan mungkin juga dari sisi bisnis yang mungkin belum terbahas oleh saya. tetapi intinya, saya (sebagai seorang konsumen) dan mungkin juga para pengguna smartphone, khususnya iOS, masih membutuhkan aplikasi film – movie app untuk menemani hobi menonton bioskop.

bagaimana pendapat teman-teman? apakah masih perlu aplikasi movie sebagai alternatif pilihan dari yang sudah ada? atau yang sudah ada dimaksimalkan oleh pengembangnya, atau malahan pihak bioskop yang semestinya menghadirkan aplikasi khusus mereka?

yuk kita diskusi.

Catatan: artikel ini sebelumnya dimuat di wkpdlabs.tumblr.com dan terdapat komentar. berhubung semua konten akan dipindahkan ke alamat blog ini maka saya kutipkan komentar dari blog sebelumnya. anda yang ingin menambahkan komentar bisa berkomentar di bawah artikel ini. 

Komentar:

Amir Karimudin:

Kita persempit idenya ke jaringan XXI/21 Cineplex ya. blitzmegaplex saya pikir sudah lebih baik soal ini, belum lagi kerjasamanya dengan Tiket.com yang bisa dibilang menghapus problem dunia digital.

Dari insight yang gue dapet, mereka (XXI) memang tidak cooperative dengan 3rd party, tidak buka API dan berusaha ngeblok setiap akses yang dilakukan dari pihak luar.

Di sini mau gak mau XXI harus membuat layanan aplikasinya sendiri.

Layanan aplikasi film apa yang ideal?

Selain menampilkan informasi film dan jadwal penayangannya, XXI mobile app terintegrasi dengan akun MTIX untuk membeli langsung tiket film yang diinginkan. MTIX sendiri akunnya menggunakan nomor ponsel yang diverifikasi menggunakan SMS (seperti halnya WhatsApp, LINE dan layanan sejenis).

Untuk membeli tiket, pengguna MTIX bisa memilih setidaknya tiga metode pembelian:
(1) top up menggunakan voucher yang dibeli secara fisik di setiap counter XXI
(2) beli langsung secara debit menggunakan interfacing ke sejumlah local mobile banking app
(3) beli menggunakan akun kartu kredit yang sudah diatur oleh iTunes (lebih mudah tapi ada potongan)

reply dari Wiku Baskoro:

jadi lebih baik jika bioskop sendiri yang mengeluarkan aplikasi resmi? atau ini peluang bagi 3rd party untuk mengajukan proposal dan mengembangkan aplikasi?

setuju dengan komentar di atas, kayaknya hanya menampilkan daftar film saja menjadi fitur standar (meski saya pribadi tetap butuh aplikasi alternatif dari yang sudah ada sekarang). Payment dan pembelian tiket adalah fitur ‘pemenang’ dari aplikasi jadwal film.

catatan: tulisan ini sebelumnya dimuat di wkpdlabs.tumblr.com, tanggal 3 Desember 2012.

13. January 2013 by wikupedia
Categories: ide | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *