Tokopedia dan 1,2 Triliun Rupiah

A lot of money!

Itu bisa jadi kata pertama yang dikatakan banyak orang ketika mendengar berita tentang babak investasi paling baru yang diperoleh Tokopedia.comYup, saya juga berpendapat demikian.

Tokopedia secara gamblang menyebutkan bahwa mereka telah mendapatkan seri pendanaan terbaru sebesar 100 juta USD atau sekitar 1.2 triliun rupiah. Pendanaan ini dilakukan oleh SoftBank Internet dan Sequoia Capital.

Selain jumlah uang yang besar, dua nama investor yang masuk di pendanaan (kalau tidak salah seri E) dari Tokopedia ini juga hal menarik lain yang bisa diamati.

Pertanyaan mengapa Tokopedia bisa mendapatkan dana sebegitu besar sudah saya buang jauh-jauh selama beberapa tahun ke belakang. Ketika ada pendanan seperti ini – apalagi yang cukup besar – saya sudah tidak lagi nyinyir. Masa-masa nyinyir itu terjadi ketika saya belum dewasa dalam menyikapi perkembangan dunia startup, khususnya di bidang teknologi.

Pendanaan seperti ini tentu akan baik bagi eskosistem startup secara keseluruhan. Kejadian Yahoo yang membeli Koprol (meski akhirnya ditutup), Detik yang dibeli TransCorp serta Djarum (lewat GDP) yang masuk ke Kaskus adalah berita baik bagi dunia startup.

Selain dana yang terjadi dalam akuisisi/investasi yang disebutkan di atas tidak sedikit, yang artinya memberikan sentimen postif bahwa startup di Indonesia layak dihargai sedemikian rupa, berita akuisisi atau investasi besar akan membuka mata investor lain untuk melirik ke startup lokal, yang ujung-ujungnya bisa dimanfaatkan oleh startup terbaik negeri ini untuk mendapatkan investasi agar bisa scalable.

Kita butuh cerita sukses exit, kita butuh banyak cerita sukses akuisisi dan investasi.

Teman saya pernah mengeluh ketika saya menyarankan untuk membuat berbagai produk, besarkan dikit lalu jual atau cari investasi untuk mengembangkan. Alasan dia tidak mau melakukannya (padahal saya tau dia sangat mampu) adalah karena kondisi dunia startup di sini tidak seperti di negara maju atau, sebut saja Sillicon Valley.

Di negara maju, investor yang mau mendanai produk yang belum jelas arahnya kemana dan duitnya dari mana, lumayan cukup banyak. Mengambil resiko sudah jadi makanan mereka sehari-hari. Startup yang membuat produk ‘kecil’ lalu mendapatkan traction dan kemudian investasi, atau bahkan yang dijual ke perusahaan – startup yang lebih besar, bisa jadi sudah tidak terhitung banyaknya alias banyak banget.

Bahkan kita juga melihat ada beberapa perusahaan yang kerjaannya membuat beberapa produk kecil, melemparnya ke pasaran untuk mendapatkan user meski kalau udah dapet belum tau juga mau diapain dan duit pemasukan dapat dari mana.

Di sini? Boro-boro.

Lalu apa kaitannya dengan Tokopedia? Perusahaan ini (yang dalam blog post-nya tidak mau disebut perusahaan e-commerce tetapi perusahaan internet) juga dikenal tidak hanya sebagai marketplace untuk jual beli online, tetapi perusahaan startup yang banyak mendapatkan investasi tapi dengan ‘zero income’.

Investasi ini bisa menunjukkan, meski income itu penting untuk startup, tetapi tidak semua startup harus langsung mendapatkan income dalam masa pertumbuhan. Bisa jadi para investor yang telah menanamkan uangnya di Tokopedia bisa melihat ada nilai besar yang tersembunyi selain income. User, kesiapan platform, founder, tim yang ad di perusahaan, strategi ke depan, visi – misi, dan berbagai detail lain yang mereka anggap akan berharga di kemudian hari.

Bagi saya, setiap investor di startup teknologi akan memaknai investasinya sama seperti investasi di industri pada umumnya, alias cari untung, tetapi dengan cara dan pola pikir yang berbeda. Masuknya dua investor kelas berat global ini membuka harapan saya akan pola pikir investasi yang semakin berubah, terutama di kalangan investor lokal startup teknologi.

Dalam harapan saya, pertanyaan teman saya tadi tidak akan lagi ada, yang ada adalah munculnya deretan startup yang bisa menghadirkan berbagai layanan yang bukan hanya ‘nyontek’ layanan luar karena sudah proven, tetapi yang produknya keren, bisa juga dipakai global, mencuri perhatian media (nasional maupun internasional) serta tentunya berguna bagi konsumen. Karena produk keren tanpa user tidak bisa teruji.

Ada babak baru bagi startup lokal yang menanti di hadapan, kita lihat semoga saja kesepakatan Tokopedia ini lancar sampai selesai. Karena apa yang selanjutnya akan dilakukan Tokopedia tentunya menarik untuk dilihat.

Congrats buat William Tanuwijaya dan Leon Tokopedia.

 

Now, any comment?

26. October 2014 by wikupedia
Categories: news, opini | Tags: , | Leave a comment

Leave a Reply

Required fields are marked *